Warkop Makju Gresik Bertahan dengan Racikan Kopi Tradisional
Pemilik warkop saat menyajikan kopi ke pelanggan. (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).

Warkop Makju Gresik Bertahan dengan Racikan Kopi Tradisional

Warkop Makju di Gresik tetap menjadi favorit pecinta kopi tradisional dengan racikan khas turun-temurun. Bahkan, kopi legendaris ini dibawa jemaah haji sebagai bekal ke Tanah Suci.

TIMES Gresik,Kamis 7 Mei 2026, 14:39 WIB
884
A
Akmalul Azmi

GRESIKDi tengah menjamurnya kedai kopi modern, keberadaan Warung Kopi Makju tetap bertahan sebagai jujukan para penikmat kopi tradisional di wilayah Gresik Utara.

Warung kopi sederhana yang berada di samping Jembatan Jalan Deandles, Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu dikenal memiliki cita rasa khas yang sulit tergantikan. Kopi yang disajikan masih diracik secara tradisional dengan proses tumbuk manual, menghadirkan sensasi pahit, gurih, dan tekstur kental yang menjadi ciri khasnya.

Suasana warung yang berada di pinggir tambak dengan hembusan angin sepoi-sepoi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Banyak pengunjung memilih menikmati kopi saat pagi maupun sore hari sambil menikmati suasana khas pesisir Gresik.

Pengelola Warkop Makju, Neng Nur, mengatakan warung kopi tersebut sudah lama dikenal masyarakat dan tetap mempertahankan racikan turun-temurun dari generasi sebelumnya.

“Setiap hari selalu ramai, banyak juga yang datang dari luar kota mampir ngopi ke sini,” ujar Neng Nur, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, warung kopi itu pertama kali dirintis oleh sang ibu yang akrab dipanggil Makju. Hingga kini, usaha tersebut diteruskan oleh anak-anaknya tanpa mengubah cita rasa asli racikan kopi yang telah melegenda di kalangan pelanggan setia.

“Sudah ada dari dulu. Sejak saya kecil warung ini sudah ada dan sampai sekarang diteruskan anak-anak Makju,” katanya.

Selain rasa yang khas, harga kopi di Warkop Makju juga terbilang ramah di kantong. Pengunjung cukup membayar sekitar Rp6 ribu untuk menikmati satu cangkir kopi tradisional tersebut.

Dibawa Jemaah Haji ke Mekkah

Kepopuleran kopi racikan Warkop Makju ternyata tidak hanya dirasakan warga lokal. Sejumlah jemaah haji asal Gresik bahkan menjadikan kopi tersebut sebagai bekal selama berada di Tanah Suci.

Salah satunya Ahmad Shodiq yang mengaku sengaja membawa empat ikat kopi racikan Makju saat berangkat haji.

“Saya sengaja membawa empat ikat kopi racik dari Warkop Makju, karena setiap hari sudah terbiasa ngopi di situ setiap pagi,” ujarnya.

Bagi Shodiq, rasa kopi Makju memiliki karakter khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Karena itu, ia ingin tetap menikmati cita rasa kopi kampung halamannya selama berada di Mekkah dan Madinah.

“Rasanya khas, ngangenin, makanya saya bawa bekal biar bisa menikmati kopi Gresik selama di Tanah Suci Mekkah-Madinah,” katanya.

Tak heran jika warung kopi yang berada di tikungan Jembatan Ngawen tersebut hingga kini masih selalu ramai didatangi pelanggan dari berbagai daerah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Akmalul Azmi
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Gresik, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.