Pemkab Gresik Pastikan Tak Ada Ampun Bagi ASN Terlibat Mafia SK Palsu
ASN Gresik saat musim Covid-19 diperiksa suhu tubuh sebelum masuk kantor. (FOTO: Pemkab Gresik for TIMES Indonesia)

Pemkab Gresik Pastikan Tak Ada Ampun Bagi ASN Terlibat Mafia SK Palsu

Pemkab Gresik pastikan sanksi bagi ASN yang terlibat pemalsuan SK pengangkatan. BKPSDM catat 9 orang jadi korban dalam kasus yang kini ditangani polisi.

TIMES Gresik,Senin 20 April 2026, 23:06 WIB
584
A
Akmalul Azmi

GRESIKPemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik menegaskan komitmennya untuk menjatuhkan sanksi berat terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti terlibat dalam kasus dugaan Surat Keputusan (SK) pengangkatan palsu. Polemik "orang dalam" ini kini tengah menjadi sorotan luas di tengah masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan usai rapat dengar pendapat (hearing) Komisi I DPRD Gresik bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Bagian Hukum, serta Inspektorat Pemkab Gresik, Senin (20/4/2026).

Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih menghormati dan menunggu hasil proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

“Jika nantinya ada ASN yang terbukti terlibat, tentu akan kami tindak tegas sesuai dengan ketentuan disiplin pegawai yang berlaku,” ujar Agung. Ia menambahkan, saat ini BKPSDM juga masih menunggu rekomendasi resmi dari Inspektorat terkait hasil pemeriksaan internal.

Kronologi dan Identifikasi Korban

Berdasarkan data sementara yang masuk ke BKPSDM, tercatat sebanyak sembilan orang telah melapor sebagai korban penipuan tersebut. Kasus ini mulai mencuat ke publik setelah seorang perempuan mendatangi Kantor Bupati Gresik pada Senin (6/4/2026) dengan mengenakan atribut ASN lengkap.

Saat itu, perempuan tersebut berniat mulai bekerja dengan membawa dokumen SK pengangkatan. Namun, petugas curiga setelah menemukan sejumlah kejanggalan pada dokumen tersebut. Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa dokumen yang dibawa merupakan hasil pemalsuan.

Dugaan Keterlibatan "Orang Dalam"

Dalam perkembangan penyelidikan, muncul nama ASN berinisial AP dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yang diduga terkait dengan pusaran kasus ini. Namun, AP membantah keterlibatannya dan mengaku justru menjadi korban dari oknum mantan ASN berinisial AN, yang hingga kini keberadaannya belum diketahui.

"Saat ini, kasus dugaan pemalsuan SK tersebut masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian setelah menerima laporan dari para korban," pungkas Agung. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Akmalul Azmi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Gresik, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.