Gagaskan One School One Industry, Cabdin Jatim Gresik Gandeng Dunia Usaha
Kegitan simposium nasional yang digelar Cabdin Pendidikan Jatim Wilayah Gresik. (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

Gagaskan One School One Industry, Cabdin Jatim Gresik Gandeng Dunia Usaha

Cabdin Pendidikan Jatim Wilayah Gresik menggagas konsep One School One Industry untuk menyelaraskan kurikulum SMK dengan kebutuhan dunia kerja dan menekan angka pengangguran.

TIMES Gresik,Selasa 8 September 2026, 15:51 WIB
345
A
Akmalul Azmi

GRESIKCabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Gresik menggagas konsep One School One Industry untuk memperkuat keterhubungan antara sekolah vokasi dengan dunia industri.

Gagasan tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, dalam Simposium Nasional "Revitalisasi Sekolah Vokasi Menuju Gresik Berkarya” di Ruang Mandhala Bhakti Praja, Selasa (8/9/2026).

Eko menjelaskan, konsep One School One Industry menempatkan industri sebagai orang tua asuh bagi sekolah. Nantinya, sekolah dan industri akan menyelaraskan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja.

“Konsepnya industri sebagai orang tua, dan sekolah nanti jadi anaknya. Nanti diselaraskan,” kata Eko.

Menurutnya, keterlibatan industri tidak hanya sebatas memberikan dukungan, tetapi juga terkait perkembangan teknologi. Hal ini sekaligus menjadi alarm bagi sekolah meningkatkan kompetensi.

“Kami siap meningkatkan mutu layanan. Apa yang diharapkan bupati selaras apa yang diharapkan gubernur, jangan sampai siswa lulus tapi nganggur,” tegasnya.

Eko menambahkan, program tersebut membutuhkan sinergi antara Pemkab Gresik dan industri. “Kami di sini sinergi, dan dimulai sekarang. Sinergitas antara Pemkab dan Cabdin serta industri,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan dunia industri.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menekan angka pengangguran sekaligus mewujudkan visi Gresik Berkarya.

“Kenapa kegiatan ini penting dan harus berkelanjutan. Karena, langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan kurikulum pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja modern yang dinamis,” ungkapnya.

Bupati Yani mengatakan perhatian khusus juga diarahkan pada sektor pendidikan vokasi. Lulusan SMK harus memiliki kompetensi unggul dan siap kerja, mengingat Gresik merupakan salah satu kawasan industri yang berkembang pesat.

Menurutnya, sinkronisasi kurikulum SMK dengan kebutuhan pasar kerja akan lebih cepat terealisasi apabila terdapat keterlibatan kuat pemerintah daerah.

“Standarisasi kompetensi lulusan SMK juga menjadi perhatian utama agar para pemuda Gresik tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah,” harapnya.

Sementara dalam kegiatan simposium nasional dihadiri narasumber Suko Widodo akademisi UNAIR, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, External Relation & SEZ Director, Mochamad Kharis dari Kawasan Industri Gresik dan Irawan Agustiar dari Maspion Industrial Estate. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Akmalul Azmi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Gresik, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.