Dua Warga Diduga Korban Salah Tangkap, Warga Geruduk Polres Gresik
Aksi massa membubarkan diri usai menyampaikan aspirasi perihal adanya dugaan salah tangkap oleh anggota Polres Gresik. (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

Dua Warga Diduga Korban Salah Tangkap, Warga Geruduk Polres Gresik

Ratusan warga Desa Tenggor geruduk Polres Gresik buntut dugaan salah tangkap dan penganiayaan 2 pelajar oleh oknum polisi dalam kasus narkoba.

TIMES Gresik,Kamis 3 September 2026, 16:59 WIB
412
A
Akmalul Azmi

GRESIKRatusan warga Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, mendatangi Mapolres Gresik pada Rabu (2/9/2026) malam. Aksi massa tersebut dipicu oleh dugaan salah tangkap dan penganiayaan yang dilakukan oleh empat oknum anggota kepolisian terhadap dua pemuda desa atas tuduhan kasus narkoba.

Warga meradang lantaran penangkapan korban berinisial W dan A diduga diwarnai aksi kekerasan hingga menyebabkan keduanya mengalami luka-luka.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan warga tiba di kantor Mapolres Gresik menggunakan armada mobil pick-up dan sepeda motor sejak pukul 19.00 WIB. Massa bertahan hingga Kamis (3/9/2026) dini hari, sebelum akhirnya sejumlah perwakilan warga diterima oleh pihak Polres Gresik untuk mediasi.

"Dua anak yang menjadi korban salah tangkap itu masih duduk di bangku SMA," ujar salah seorang warga yang ikut dalam aksi tersebut.

Kepala Desa Tenggor, Kowianto, menjelaskan bahwa insiden dugaan salah tangkap itu terjadi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Kala itu, kedua korban sedang mengendarai sepeda motor dan berhenti di jembatan desa setempat. Secara tiba-tiba, mereka didatangi empat oknum polisi berpakaian preman.

"Kejadiannya di dalam desa. Kedua korban inisial W dan A saat itu berhenti di jembatan dan tiba-tiba didatangi serta ditangkap oleh empat oknum kepolisian. Kedua korban juga sempat diborgol," kata Kowianto.

Ia menegaskan bahwa warga menuntut pertanggungjawaban penuh atas tindakan sewenang-wenang tersebut dan meminta proses hukum berjalan transparan.

"Warga menginginkan agar permasalahan ini dikawal secara transparan hingga tuntas, dan mendesak seluruh oknum kepolisian yang terlibat diproses secara hukum," tegasnya.

Massa aksi membubarkan diri secara tertib setelah proses mediasi dan pelaporan resmi selesai dilakukan di Mapolres Gresik.

"Kami mengapresiasi respons cepat pihak Polres Gresik dalam menampung aspirasi warga. Warga berharap permasalahan ini terus dikawal secara transparan dan diusut hingga tuntas," pungkas Kowianto. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Akmalul Azmi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Gresik, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.