Bekali PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Gresik, Nila Yani: Politik Harus Melayani
Anggota DPR RI Nila Yani saat memberikan pembekalan kepemimpinan di hadapan pengurus PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Gresik (FOTO: PDI Perjuangan Gresik for TIMES Indonesia).

Bekali PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Gresik, Nila Yani: Politik Harus Melayani

Nila menyampaikan tujuan utama PDI Perjuangan adalah menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat melalui kerja-kerja nyata kader di lapangan.

TIMES Gresik,Minggu 24 Mei 2026, 18:11 WIB
648
A
Akmalul Azmi

GRESIKHadir dan memberikan pembekalan dalam pelantikan pengurus PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Gresik, Anggota DPR RI Nila Yani Hardiyanti menekankan agar kader rajin turun ke bawah karena esensi politik adalah melayani.

Kegiatan tersebut menjadi bagian pembekalan menjelang pelantikan para pengurus PAC PDI Perjuangan. Nila Yani menegaskan bahwa politik sejatinya harus digunakan untuk membangun kehidupan masyarakat. 

“Melalui partai, kita membantu kehidupan masyarakat agar lebih bermanfaat,” ujarnya pada Minggu (24/5/2026).

Politikus muda ini menyampaikan tujuan utama PDI Perjuangan adalah menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat melalui kerja-kerja nyata kader di lapangan.

Nila juga menekankan pentingnya konsep servant leadership atau kepemimpinan yang melayani. “Jadi pemimpin itu melayani. Bagaimana kita menjadi pemimpin yang melayani masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, tugas kader partai adalah turun langsung ke masyarakat dan hadir secara nyata untuk mendengar persoalan rakyat sekaligus memberikan solusi.

“Tugas kita turun dan melayani rakyat, agar masyarakat merasakan PDIP hadir di tengah mereka. Bentuk melayani tentu harus mau mendengar,” imbuhnya.

Minta Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Nila meminta seluruh pengurus PAC yang akan dilantik mampu membangun kolaborasi dan konsisten hadir di tengah masyarakat.

"Kita harus mau datang lebih dulu. Kehadiran yang konsisten akan membuat kita dianggap bagian dari masyarakat,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan agar kader tidak bekerja hanya demi pencitraan, melainkan fokus pada dampak yang dirasakan masyarakat. 

Selain itu, Nila Yani menjelaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan kemampuan untuk mempengaruhi, menggerakkan, dan menciptakan kepercayaan.

“Ketua memimpin arah, sekretaris memimpin sistem, bendahara memimpin kepercayaan, bidang memimpin pelaksanaan, dan anggota memimpin budaya. Semua harus kompak turun ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Akmalul Azmi
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Gresik, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.