Lestarikan Tradisi Sanggring Kolak Ayam Gumeno, Bupati Gresik: Warisan Budaya 501 Tahun
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat ikut dalam prosesi memasak kolak ayam, salah satu warisan budaya di Desa Gumeno. (Foto: Diskominfo Gresik for TIMES Indonesia)

Lestarikan Tradisi Sanggring Kolak Ayam Gumeno, Bupati Gresik: Warisan Budaya 501 Tahun

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak warga melestarikan tradisi Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno. Warisan Budaya Tak Benda berusia 501 tahun peninggalan Sunan Dalem.

TIMES Gresik,Kamis 12 Maret 2026, 17:28 WIB
355
A
Akmalul Azmi

GresikBupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, turut serta dalam prosesi memasak Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kamis (12/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Yani ini mengajak masyarakat untuk konsisten melestarikan tradisi yang telah berusia 501 tahun ini.

Tradisi Sanggring merupakan warisan Sunan Dalem, putra Sunan Giri, yang dilaksanakan setiap malam ke-23 bulan Ramadan. Menurut Gus Yani, tradisi ini bukan sekadar acara makan bersama, melainkan simbol kepatuhan spiritual dan penghormatan terhadap perjuangan dakwah Islam di pesisir utara Gresik sekitar tahun 1541 Masehi.

"Sejarah kolak ayam berawal dari kebiasaan Sunan Dalem yang membuat masakan ini sebagai obat saat beliau jatuh sakit ketika membangun masjid di Desa Gumeno," ujar Gus Yani.

article

Ia menekankan pentingnya memberikan wawasan kepada generasi muda di Desa Gumeno mengenai sejarah dan nilai filosofis Sanggring. Hal ini diperlukan agar tradisi tetap bertahan di tengah pesatnya perkembangan Gresik sebagai kota industri.

"Pada tahun 2019, tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia oleh pemerintah. Hal ini memperkuat identitas sosial dan religi masyarakat Gresik," tegasnya.

Keunikan dan Filosofi Sanggring

Pelaksanaan tradisi Sanggring tahun ini melibatkan persiapan logistik yang besar. Sebanyak 240 ekor ayam, 225 kg bawang daun, 525 butir kelapa, 650 kg gula merah, dan 50 kg jinten bubuk diolah menjadi 3.000 porsi untuk para tamu.

Secara etimologi, nama "Sanggring" berasal dari kata Sang yang berarti raja dan Gring (gering) yang berarti sakit. Secara harfiah, Sanggring bermakna obat untuk raja yang sakit. Hidangan ini pertama kali diperkenalkan pada 22 Ramadan 946 H atau 31 Januari 1540 M.

Berdasarkan sejarah lokal, Sunan Dalem yang saat itu memimpin Giri Kedaton mengalami sakit yang tak kunjung sembuh. Beliau kemudian mendapat petunjuk untuk membuat ramuan kolak dengan campuran ayam kampung.

Keunikan lain yang tetap dipertahankan hingga saat ini adalah proses memasaknya. Seluruh tahapan pengolahan kolak ayam dilakukan oleh kaum laki-laki di Desa Gumeno, sesuai dengan instruksi awal Sunan Dalem kepada para santrinya kala itu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Akmalul Azmi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Gresik, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.