Libatkan Pelajar SMK, DLH Percantik Landmark Kota Sambut Hari Jadi Gresik ke-539
DLH Kabupaten Gresik menggandeng SMK Mambaul Ulum Kebomas untuk membuat ornamen taman yang kini terpasang apik di kawasan Tugu Keris Sumilang Gandring.
Gresik – Semangat pemberdayaan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menggandeng SMK Mambaul Ulum Kebomas untuk membuat ornamen taman yang kini terpasang apik di kawasan Tugu Keris Sumilang Gandring.
Ornamen berbahan akrilik tersebut dibentuk dengan tulisan “Selamat HUT Pemkab Gresik ke-52 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-539”. Seluruh proses pengerjaan dilakukan oleh tangan-tangan kreatif para pelajar.
Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, mengatakan kolaborasi ini tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan pelajar SMK agar karya mereka dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami sengaja menggandeng SMK Mambaul Ulum Kebomas. Selain biayanya lebih efisien, ini juga bagian dari upaya pemberdayaan pelajar agar mereka bisa menunjukkan kompetensinya,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Sri mengaku tak menyangka hasil karya para siswa begitu memuaskan. Terlebih saat malam hari, ornamen tersebut tampak semakin apik dengan pencahayaan lampu yang menambah keindahan taman di pusat kota.
Ornamen tersebut dipasang di Tugu Keris Sumilang Gandring yang menjadi salah satu landmark Kota Gresik. "Semoga mampu menambah semarak peringatan hari jadi sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pelajar," ungkapnya.
Bukti Pelajar Pendidikan Vokasi Berdampak

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, mengapresiasi sinergi tersebut. Ia menilai keterlibatan siswa dalam pembuatan ornamen taman menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan karya yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup dan SMK Mambaul Ulum Kebomas dalam pembuatan ornamen taman ini. Karya siswa tersebut menjadi bukti bahwa SMK memiliki kompetensi nyata dan mampu berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Eko, proyek tersebut merupakan wujud pembelajaran berbasis praktik yang menghasilkan karya produktif sekaligus berdampak bagi lingkungan sekitar.
“Ini adalah bentuk pembelajaran berbasis praktik yang menghasilkan karya produktif dan berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, baik lembaga pemerintah maupun sektor swasta, untuk memberikan ruang kolaborasi yang lebih luas bagi siswa SMK dalam berbagai proyek dan pekerjaan yang relevan dengan kompetensi mereka.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengapresiasi karya siswa SMK dengan memberikan kepercayaan dan ruang kolaborasi. Dukungan tersebut akan semakin menguatkan ekosistem pendidikan vokasi yang produktif dan berdaya saing,” tegasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


