Dari Keterbatasan ke Prestasi, Dewi Ayu Raih IPK 3,99 di Wisuda UMG
Berangkat dari keterbatasan ekonomi, Dewi Ayu Wandirah sukses menjadi lulusan terbaik UMG dengan IPK 3,99 berkat beasiswa KIP Kuliah.
GRESIK – Wisuda ke-48 Universitas Muhammadiyah Gresik menghadirkan kisah inspiratif. Dewi Ayu Wandirah, mahasiswa penerima beasiswa KIP dari Program Studi PGSD, dinobatkan sebagai lulusan terbaik setelah meraih IPK 3,99.
Keberhasilan Dewi mendapatkan indeks prestasi hampir sempurna ini tak terlepas dari perjuangannya menuntut ilmu selama kuliah. Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi.
Dia menceritakan, kondisi ekonomi keluarga sempat membuatnya berpikir untuk bekerja setelah lulus sekolah. Terlebih, ia berasal dari keluarga dengan lima bersaudara dan merupakan anak keempat. Sementara orang tuanya merupakan guru honorer.
"Saya anak keempat dari lima bersaudara, bersyukur bisa lulus 3,5 tahun, ayah seorang guru swasta dan ibu jadi ibu rumah tangga, kebetulan saya mendapatkan KIP," katanya usai mengikuti wisuda yang digelar di Graha Kartini Gresik, Kamis (2/6/2026).

Namun, ia mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan kuliah melalui beasiswa KIP Kuliah hingga akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan dengan prestasi terbaik.
“Untuk siswa yang ingin kuliah tapi terhalang biaya, jangan putus asa. Jalan itu banyak, usahakan mencari jalan itu, karena kesempatan bisa datang kepada kita,” ujarnya.
Menurutnya, keinginan untuk kuliah gratis selalu ada bagi yang mau berusaha dan mencari informasi beasiswa. "Saya dulu sempat ingin bekerja, namun akhirnya mendapat kesempatan kuliah melalui beasiswa," kenangnya.
UMG Punya Banyak Program Beasiswa
Sementara itu, Rektor UMG, Khoirul Anwar, mengatakan bahwa UMG menyediakan banyak jenis beasiswa untuk membantu mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi, salah satunya KIP Kuliah dari pemerintah.
“Di kampus ini ada banyak beasiswa, salah satunya KIP Kuliah dari pemerintah. Selain itu juga ada beasiswa dari kampus seperti beasiswa prestasi dan lainnya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kampus ingin mewadahi semua lapisan masyarakat agar bisa mengenyam pendidikan tinggi. Sebab, angka masyarakat yang menempuh pendidikan sarjana di Indonesia masih relatif kecil, sehingga perguruan tinggi memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam periode wisuda kali ini, sebanyak 593 mahasiswa diwisuda dari berbagai program studi. Rektor berharap para lulusan ke depan bisa lebih menggali potensi diri dan kompetensi masing-masing agar.
"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sehingga diharapkan berdampak terhadap lulusan," terangnya.
Harapan Pemerintah
Sementara itu, Wabup Gresik dr Asluchul Alif mendorong para lulusan untuk tidak hanya berpikir mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang.
Dia menyebut Gresik memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari sektor industri, perikanan, UMKM, hingga usaha berbasis digital.
“Gresik ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga ladang peluang. Tinggal bagaimana kita mau melihat dan memanfaatkannya,” ungkapnya.
Selain peluang, ia juga menekankan pentingnya karakter dalam menjalani dunia usaha. Menurutnya, sikap pantang menyerah, disiplin, dan empati menjadi bekal utama agar bisa bertahan dan berkembang.
“Kami ingin lulusan UMG bisa menjadi penggerak ekonomi,” tegas Wabup yang juga Alumni UMG ini.
Sementara dalam acara wisuda tersebut juga dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya para pengurus Muhammadiyah dari berbagai tingkatan serta Perwakilan LLDIKTI Wilayah VII. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

