Diikuti 12 Ribu Siswa, Gresik Targetkan Masuk 10 Besar TKA SD Tingkat Jatim
Sebanyak 11.909 siswa SD di Gresik mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Dispendik Gresik menargetkan masuk 10 besar prestasi di tingkat Jawa Timur.
GRESIK – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gresik diikuti oleh hampir 12 ribu siswa. Melalui ajang ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik menargetkan mampu menembus jajaran 10 besar di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dispendik Kabupaten Gresik, dr. S. Hariyanto, menyampaikan bahwa jadwal pelaksanaan TKA jenjang SD berlangsung mulai tanggal 20 hingga 30 April 2026.
“Hari ini telah dilaksanakan tes kompetensi akademik (TKA) di tingkat sekolah dasar,” ujar Hariyanto, Rabu (22/4/2026).
Senada, Kepala Bidang Pendidikan SD Dispendik Gresik, Sunikan, merinci bahwa total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 11.909 siswa.
“Total ada 11.909 siswa yang mengikuti TKA tingkat SD tahun ini,” jelas Sunikan.
Ia menambahkan, teknis pelaksanaan dilakukan di sekolah masing-masing dengan kapasitas maksimal 20 siswa per ruangan. Adapun materi yang diujikan pada hari pertama meliputi Matematika dan Survei Karakter. Sedangkan untuk jadwal berikutnya adalah Bahasa Indonesia serta tambahan 20 menit untuk Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).
Sunikan menjelaskan bahwa TKA merupakan bagian dari kebijakan baru dalam sistem evaluasi pendidikan. Meski regulasi ini tergolong baru, ia menilai satuan pendidikan di Gresik sudah sangat siap karena memiliki pengalaman adaptasi teknologi sebelumnya.
"Ini memang regulasi baru, tetapi sekolah kita sudah terbiasa menghadapi perubahan. Pengalaman saat UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) dulu membuat proses adaptasi kali ini tidak terlalu sulit," imbuhnya.
Pihaknya berharap seluruh rangkaian pelaksanaan TKA berjalan lancar tanpa kendala teknis. Dispendik Gresik juga mematok target tinggi agar hasil evaluasi ini mampu mengangkat posisi daerah ke peringkat 10 besar di Jawa Timur.
"Target kami setidaknya masuk 10 besar tingkat provinsi. Dengan materi literasi, matematika, dan bahasa, kami ingin anak-anak kelas 5 dan 6 mulai terbiasa mengerjakan soal-soal tipe HOTS (Higher Order Thinking Skills)," pungkas Sunikan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

