Seniman Gresik Achmad Feri Lolos Seleksi Pameran Seni Internasional di Jerman
Ahmad Feri memamerkan lukisannya. (Foto: Dokumen Ahmad Feri)

Seniman Gresik Achmad Feri Lolos Seleksi Pameran Seni Internasional di Jerman

Seniman asal Gresik, Achmad Feri, lolos seleksi pameran internasional ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026 di Jerman lewat karya lukis Sugriwa Subali.

TIMES Gresik,Kamis 13 Agustus 2026, 18:05 WIB
370
A
Akmalul Azmi

GRESIKSeniman asal Kabupaten Gresik, Achmad Feri, dipastikan tampil dalam pameran lukisan berskala internasional di Jerman dengan membawakan karya bertajuk Sugriwa Subali. Lukisan tersebut menyajikan tafsiran ekspresif mengenai kisah pewayangan Jawa dalam ajang ARTe Kunstmesse Wiesbaden yang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 September 2026 di RheinMain CongressCenter, Wiesbaden, Jerman.

Lulusan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya yang juga berprofesi sebagai desainer perhiasan sejak 1996 ini menjadi satu-satunya perupa asal Gresik yang lolos seleksi.

Achmad Feri masuk dalam daftar tahap akhir kurasi Program TERCIDUK 1 yang diusung oleh Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP), sebuah inisiatif kuratorial independen berbasis di Frankfurt am Main, Jerman. Ia terpilih karena konsistensinya dalam mengangkat kekayaan budaya Indonesia ke dalam visual seni kontemporer. Melalui sapuan warna dinamis dan kontras dramatis, karyanya mengeksplorasi narasi persaudaraan, konflik, keberanian, hingga kesetiaan.

"Bagi saya, seni adalah cara untuk menginspirasi, memelihara budaya, dan menciptakan hubungan yang bermakna melalui kreativitas," ujar Feri, Kamis (13/8/2026).

Genapkan Delegasi Indonesia Jadi 34 Seniman

Masuknya perupa asal Gresik ini bersama beberapa seniman lainnya menambah jumlah delegasi Indonesia yang akan tampil di pameran tersebut dari 27 menjadi 34 seniman. Feri mengaku bangga dapat membawa elemen wayang dan budaya lokal ke panggung dunia.

"Saya berharap karya ini tidak hanya mengenalkan warisan budaya Jawa, tetapi juga menunjukkan bahwa cerita tradisi kita memiliki daya gugah dan estetika yang relevan bagi masyarakat global," ungkapnya.

Selain aktif melukis dan merancang perhiasan, Feri dikenal aktif menghidupkan ekosistem seni lokal di daerah asalnya melalui keterlibatan dalam komunitas Gasruk dan Gresik Sketchwalk.

Peran NSIAP Dorong Seni Indonesia ke Mancanegara

Sementara itu, NSIAP yang didirikan oleh seniman sekaligus kurator Indonesia, Niluh Swati, bertujuan menjadi jembatan bagi para perupa tanah air untuk mengakses jejaring dan pasar seni internasional.

Selain menggelar pameran, NSIAP memberikan pendampingan profesional, seperti pengurusan Certificate of Authenticity (COA) hingga administrasi pameran global.

Melalui keikutsertaan 34 seniman Indonesia di ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026, perwakilan Indonesia diharapkan mampu memperluas jejaring profesional, menjangkau kolektor internasional, serta menunjukkan kualitas karya seni tanah air di kancah dunia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Akmalul Azmi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Gresik, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.