Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT Gresik) mulai menerima tunai sebesar Rp200 ribu perbulan. Hal ini karena ada perubahan mekanisme penyaluran ...
GRESIK – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT Gresik) mulai menerima tunai sebesar Rp200 ribu perbulan. Hal ini karena ada perubahan mekanisme penyaluran yang sebelumnya sembako.
Mulai Triwulan 2022 ini, Kementerian Sosial memutuskan distribusi bantuan sosial bagi KPM berupa uang tunai melalui PT Pos Indonesia.
Perubahan mekanisme distribusi BPNT tertuang dalam surat Dirjen Penanganan Fakir Miskin tertanggal 18 Februari 2022 dengan nomor 592/6/BS.01/2/2022 tentang Percepatan Penyaluran Bansos Sembako/BPNT periode Januari-Maret 2022.
Sebelumnya, penyaluran BPNT berupa sembako mulai dari beras, buah dan lauk-pauk yang bisa ditarik oleh KPM di E-Warung yang ada di masing-masing desa.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh membenarkan ketentuan tersebut. "Kami sudah konsolidasi, betul soal aturan itu," katanya pada Selasa (22/2/2022).
Mengenai kesiapan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia sebagai penyalur uang tunai BPNT untuk warga miskin KPM.
Diungkapkan Ummi, sebanyak 34.000 KPM penerima BPNT Gresik, kemudian 49.316 KPM penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
"Insya Allah mulai bulan ini, untuk bulan ini ada 34.000 KPM penerima BPNT, dan 49.316 KPM PKH," terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muhammad merangkan bahwa pendistribusian BPNT secara tunai di tahap awal ini baru bisa dilakukan kepada 40 ribu KPM, dari total 74 KPM penerima. "Dari total 74 ribu sementara yang turun baru 40 ribu di tiga bulan terakhir ini, tapi prinsipnya semuanya pasti cair," ujarnya menanggapi penyaluran bansos BPNT Gresik dengan uang tunai. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




