https://gresik.times.co.id/
Berita

UMKM Trate Rasa Gresik Bangun Outlet Baru untuk Perkuat Ekonomi Lokal

Rabu, 04 Februari 2026 - 08:36
UMKM Trate Rasa Gresik Bangun Outlet Terpadu, Jadi Etalase Produk Desa Salah satu produk UMKM Trate Rasa siap jual (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMES GRESIK, GRESIK – Mendorong produk lokal diminati, kelompok UMKM Trate Rasa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur bakal mempunyai outlet yang representatif. Nantinya, akan menjadi tempat etelase produk.

Keberadaan outlet ini diharapkan menjadi ruang promosi, transaksi, sekaligus sarana edukasi bagi pelaku UMKM, khususnya UMKM mikro. Lokasinya sangat strategis di kawasan padat penduduk.

Lurah Trate, Ruli Budiman, mengatakan ini Trate Rasa dirancang sebagai workshop dan etalase terpadu bagi produk-produk unggulan UMKM Kelurahan Trate. 

“Latar belakangnya sederhana, kami ingin UMKM warga Trate, terutama yang mikro sekali, punya tempat untuk tumbuh. Kondisi ekonomi warga asli Trate memang masih sangat terbatas, sehingga perlu wadah yang bisa menggerakkan,” ujar Lurah Ruli, Rabu (4/2/2026).

Saat ini, persiapan pembangunan Outlet Trate Rasa terus digenjot. Outlet tersebut berdiri diatas lahan seluas 186 meter persegi milik Pemerintah Kabupaten Gresik yang berlokasi di belakang Kantor Kelurahan Trate, Jalan Abdul Karim. 

Menurut Lurah Ruli, pembangunan Trate Rasa merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus pendukung pariwisata berbasis masyarakat.

Lurah Ruli mengungkapkan, Seluruh pendanaan pembangunan outlet ini bersumber 100 persen dari CSR PT Petrokimia Gresik.

“Ini bentuk kolaborasi nyata antara masyarakat, pemerintah, dan dunia industri. Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Petrokimia Gresik yang peduli terhadap penguatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Selain produk kuliner, Trate Rasa juga membuka peluang bagi UMKM non-kuliner, seperti produk kerajinan khas Trate. 

Lurah Ruli menyebutkan, Koperasi Merah Putih juga direncanakan akan membangun gedung usaha di kawasan yang sama, menunggu arahan dari AGRINAS sebagai sumber pendanaan.

Sementara itu, Karang Taruna akan memanfaatkan area tersebut untuk mengembangkan unit usaha produktif, melanjutkan program “Jajanan Trate” yang selama ini rutin berjalan setiap pekan.

"Atas nama masyarakat Kelurahan Trate, saya ucapkan terima kasih kepada RSIA Nyai Ageng Pinatih dan Yayasan PPNUT yang sebelumnya memanfaatkan lahan tersebut dan telah menyerahkannya kembali kepada Pemkab Gresik untuk dimanfaatkan sebagai Outlet Trate Rasa," ucapnya.

Kelompok UMKM Trate Rasa

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Sangguru Trate, Muhammad Abdullah Ubaid, menjelaskan bahwa pada tahap awal Trate Rasa fokus menjual aneka produk kuliner, seperti kue basah, jajanan pasar, snack box hantaran, nasi box, tumpeng, jajanan tumpeng polo pendem, snack corner, paket takjil, hingga parcel.

“Ke depan tidak menutup kemungkinan kami membuka peluang untuk produk crafting dan jasa ekonomi kreatif,” ujar pria yang akrab disapa Mamad.

Mamad menerangkan, keanggotaan UMKM Trate Rasa 100 persen diperuntukkan bagi masyarakat Trate, baik yang ber-KTP Trate maupun pendatang yang berdomisili di Trate.

Setiap anggota diwajibkan memiliki NIB dan sertifikasi halal, dan bagi yang belum memiliki, Pokdarwis siap memfasilitasi prosesnya.

"Semoga mampu mengakomodasi dan memasarkan produk-produk unggulan agar semakin dikenal luas dan berdampak pada peningkatan ekonomi warga," ujarnya.

Selain itu, Trate Rasa juga disiapkan sebagai pusat pengembangan usaha, termasuk program pendampingan bagi ibu-ibu agar dapat produktif secara mandiri.

“Sejak berdiri Oktober 2025, alhamdulillah sudah menerima pesanan dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta,” ungkapnya.

Untuk strategi promosi, selain pemasaran offline secara door to door melalui katalog, Trate Rasa juga memanfaatkan media digital seperti Instagram dan website. 

Mamad pun mengajak seluruh masyarakat Trate untuk saling mendukung agar wilayahnya dapat berkembang menjadi pusat oleh-oleh dan destinasi wisata kuliner yang berkelanjutan.

Selain Trate Rasa, Pokdarwis Sangguru bersama Koperasi Merah Putih juga mengelola Bank Jelantah sejak Oktober 2025, menempati halaman kantor Kelurahan Trate.

Program ini menyasar para penjual gorengan dan limbah rumah tangga guna meningkatkan kesadaran lingkungan.

“Alhamdulillah, sejak Oktober hingga sekarang setiap bulan kami bisa menampung lebih dari 100 liter minyak jelantah dari penjual gorengan maupun rumah tangga,” kata Mamad. (*)

Pewarta : Akmalul Azmi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Gresik just now

Welcome to TIMES Gresik

TIMES Gresik is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.