Pasca Terungkap Gudang Narkotika, Akademisi Gresik Kampanye Anti Narkoba
Akademisi Universitas Gresik (Unigres) menggelar edukasi bahaya narkoba bagi warga Desa Jono usai pengungkapan gudang narkotika puluhan ton di Cerme, Gresik.
GRESIK – Terungkapnya kasus gudang narkotika berkapasitas puluhan ton di Kecamatan Cerme mendorong akademisi Universitas Gresik (Unigres) memberikan edukasi bahaya narkoba kepada warga Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Dua akademisi Unigres, Dara Puspitasari dan Yati Fitria, menggelar sosialisasi antinarkoba sebagai langkah konkret pencegahan penyalahgunaan narkotika di tingkat desa.
Dara Puspita menyatakan, temuan kasus di Cerme membuktikan bahwa ancaman peredaran narkoba sudah sangat nyata di sekitar masyarakat.
“Penindakan tersebut merupakan langkah penting dalam penegakan hukum sekaligus pengingat bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat,” ujar Dara, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, peristiwa ini menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Perlu ada kolaborasi berkesinambungan antara pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, keluarga, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Edukasi sejak dini menjadi salah satu strategi penting untuk mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Ia berharap upaya penanggulangan narkoba dilakukan secara komprehensif melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sekolah, pihak desa, dan masyarakat sangat penting. Kampus mengambil peran dalam memberikan edukasi bahaya narkoba,” tambah Dara.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ungres, Yati Fitria, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Edukasi tersebut terintegrasi dengan berbagai mata kuliah, seperti Pendidikan Kewarganegaraan, Hukum Pidana, Promosi Kesehatan, maupun Pendidikan Kesehatan Masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemberdayaan masyarakat,” pungkas Yati. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

