Cabdindik Gresik Luncurkan Edutrust, Pengaduan Siswa Wajib Pakai NIK
Cabdin Pendidikan Gresik luncurkan platform Edutrust. Pantau kinerja sekolah secara real-time, cegah anak putus sekolah, dan buka kanal pengaduan transparan.
Gresik – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik resmi meluncurkan platform digital "Edutrust". Inovasi ini hadir sebagai mesin pengawas berbasis digital yang mampu memantau kinerja sekolah secara real-time sekaligus membuka kanal pengaduan masyarakat yang transparan.
Edutrust menghubungkan seluruh ekosistem pendidikan di Gresik, mulai dari Cabdin, pengawas, kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, hingga dunia industri. Platform ini mengintegrasikan seluruh data dalam satu sistem yang terukur.
Kepala Cabdin Gresik, Eko Agus Suwandi, menegaskan bahwa peluncuran ini menandai berakhirnya era pendidikan yang tertutup. Kini, setiap kebijakan dan performa sekolah akan terekam secara digital.
"Semua pihak bisa memantau dan semuanya dapat dilihat secara real-time. Ini memastikan tidak ada lagi kinerja yang samar. Semua terukur, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Eko, Minggu (26/4/2026).
Trust Index: 'Rapor Kepercayaan' bagi Sekolah
Salah satu fitur unggulan yang menjadi sorotan adalah Trust Index. Fitur ini merupakan "rapor kepercayaan" yang menilai sekolah berdasarkan transparansi, kecepatan layanan, kolaborasi, hingga kualitas tata kelola. Dengan fitur ini, sekolah didorong untuk memiliki budaya kerja yang cepat dan terbuka.
“Sekolah sekarang tidak bisa main aman. Publik bisa melihat bagaimana performa mereka secara langsung. Hal ini mendorong transformasi budaya kerja yang tepat dan akuntabel,” imbuh Eko.
Selain itu, Edutrust memiliki kemampuan deteksi dini anak putus sekolah serta penerapan Service Level Agreement (SLA) yang mengikat kecepatan pelayanan birokrasi. Jika pelayanan berjalan lambat, sistem secara otomatis akan memberikan catatan merah.
Kanal Pengaduan Berbasis NIK
Menariknya, aplikasi ini memberikan ruang bagi siswa dan orang tua untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan. Selama ini, komunikasi dua arah sering tersumbat oleh birokrasi yang kaku.
"Pengaduan tidak bersifat anonim karena harus terdaftar menggunakan NIK. Masyarakat boleh mengadukan apa pun secara transparan dan sistem akan memprosesnya secara cepat," terangnya.
Di sisi lain, dunia industri juga diuntungkan dengan kemudahan kerja sama magang, pembuatan nota kesepahaman (MoU), hingga penguatan vokasi yang lebih selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Eko menegaskan, Edutrust adalah bentuk kepemimpinan digital yang berani memangkas birokrasi lambat melalui sistem ticketing dan pelaporan wilayah yang terintegrasi.
"Dengan sistem multi-role, semua pihak dipaksa aktif. Tidak ada lagi penonton dalam ekosistem pendidikan Gresik. Ini tentang kejujuran sistem dan akuntabilitas nyata,” tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

