Cetak Atlet Panahan Sejak Dini, Ratusan Peserta Ikuti Ajang Panahan Tradisional di Gresik
Upaya mencetak atlet panahan sejak usia dini terus digalakkan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Salah satunya melalui ajang panahan tradisional yang digelar SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik. Kegiatan ini sukses menarik ratusan peserta dari berbagai daerah
GRESIK – Upaya mencetak atlet panahan sejak usia dini terus digalakkan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Salah satunya melalui ajang panahan tradisional yang digelar SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik. Kegiatan ini sukses menarik ratusan peserta dari berbagai daerah.
Sebanyak 169 peserta tingkat sekolah dasar (SD) ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Tak hanya berasal dari Gresik, peserta juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Surabaya, Lamongan, Madiun, Pasuruan, hingga Malang.
Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik, Farikha, mengatakan ajang ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, khususnya di bidang panahan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana kolaborasi dengan pihak eksternal.
“Ajang ini mewadahi anak-anak kami, termasuk dari kegiatan ekstrakurikuler. Alhamdulillah banyak anak berbakat. Ini juga menjadi ruang kolaborasi dengan pihak luar,” ujarnya pada Sabtu (2/5/2026).
Dia menambahkan, kegiatan ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan sekaligus bagian dari peringatan HUT ke-17 sekolah. "Ini ajang ketiga, tak hanya Gresik peserta datang dari berbagai daerah, momennya juga pas, waktu libur panjang," ujarnya.
Farikha juga mengungkapkan bahwa ajang tersebut telah melahirkan bibit atlet potensial saat ini salah satu alumni sekolahnya kini bahkan telah menjadi atlet panahan modern dan bergabung dengan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani).
“Dulu kami kenalkan dari sini, mereka belajar panahan tradisional dulu, dan sekarang sudah menjadi atlet panahan modern di Perpani, bahkan kemarin sempat menjuarai berbagai ajang lomba dan mengharumkan nama Gresik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik, Saifuddin Ghozali, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, ajang ini mampu menumbuhkan semangat olahraga sekaligus mengenalkan panahan kepada anak-anak. “Kami dari Pemkab Gresik mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” katanya.
Ghozali berharap kegiatan serupa bisa menjadi role model bagi sekolah lain di Gresik. Bahkan, kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) telah dilakukan untuk mendukung pembinaan berkelanjutan, termasuk penjaringan atlet potensial.
“Kami berharap ada tindak lanjut, termasuk penjaringan atlet panahan Gresik untuk kemudian dilaporkan dan dikoordinasikan,” tambahnya.
Ketua Perkumpulan Panahan Tradisional Gresik, Khoirul Anam, menyebut saat ini panahan tradisional di Gresik terus berkembang. Tercatat ada delapan klub panahan tradisional dengan total 139 atlet.
“Untuk sekolah di Gresik yang menggelar event seperti ini, baru SD Muhammadiyah 2 GKB. Kami berharap ke depan semakin banyak sekolah yang mengikuti,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

